BukaBeritanya ← Kembali
Iklan
Iklan Atas Artikel
Nasional

Pramono Terima Kajian HA IPB, Giant Sea Wall Didorong Berbasis Ekologi dan Ekonomi Biru

Azzahra Azzahra VERIFIED JOURNALIST
12 June 2026
4 min read
Pramono Terima Kajian HA IPB, Giant Sea Wall Didorong Berbasis Ekologi dan Ekonomi Biru
Iklan
Iklan Setelah Gambar atau Video Artikel

JAKARTA – Rencana pembangunan Giant Sea Wall (GSW) atau tanggul laut raksasa di pesisir utara Jakarta terus dimatangkan. Namun, proyek yang selama ini identik dengan pembangunan infrastruktur fisik tersebut kini didorong untuk mengadopsi pendekatan yang lebih komprehensif, dengan mengintegrasikan aspek ekologi dan ekonomi biru.

Hal itu mengemuka dalam audiensi antara Himpunan Alumni (HA) IPB University dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota DKI Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, HA IPB menyerahkan dokumen kajian bertajuk “Cetak Biru-Hijau Pesisir Utara Jakarta” sebagai masukan strategis bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mengevaluasi dan mengembangkan konsep pembangunan Giant Sea Wall.

Kajian tersebut menempatkan pembangunan pesisir Jakarta tidak hanya sebagai proyek perlindungan pantai dari ancaman banjir rob dan kenaikan muka air laut, tetapi juga sebagai agenda besar pembangunan kawasan pesisir yang berkelanjutan.

Sekretaris Jenderal HA IPB University, Anggawira, mengatakan bahwa tantangan yang dihadapi Jakarta Utara jauh lebih kompleks dibanding sekadar persoalan air laut yang masuk ke daratan. Menurutnya, pembangunan Giant Sea Wall perlu mempertimbangkan dimensi lingkungan, sosial, ekonomi, tata ruang, hingga perubahan iklim secara menyeluruh.

“Pesisir Jakarta merupakan kawasan strategis nasional yang memiliki fungsi ekonomi, sosial, dan ekologis. Karena itu, setiap pembangunan besar seperti Giant Sea Wall perlu dilihat secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi teknis konstruksi,” ujarnya.

Menurut Anggawira, konsep Cetak Biru-Hijau yang disusun HA IPB bertujuan menghadirkan perspektif akademik agar pembangunan pesisir Jakarta mampu menjaga keseimbangan antara perlindungan kota dan keberlanjutan lingkungan.

Ia menegaskan bahwa pembangunan pesisir modern tidak lagi hanya mengandalkan pendekatan betonisasi atau infrastruktur keras. Berbagai negara kini mulai mengombinasikan pembangunan fisik dengan pemulihan ekosistem dan teknologi lingkungan sebagai bagian dari strategi perlindungan pesisir jangka panjang.

Membangun Ketahanan Pesisir

Pandangan serupa disampaikan Dewan Pakar HA IPB University, Muhammad Karim. Ia menilai Giant Sea Wall memang memiliki posisi penting dalam menjaga masa depan Jakarta sebagai kota pesisir. Namun proyek tersebut harus ditempatkan dalam kerangka yang lebih luas, yakni membangun ketahanan pesisir (coastal resilience).

Menurutnya, pembangunan tidak boleh hanya berfokus pada perlindungan fisik dari ancaman air laut, tetapi juga harus mampu menciptakan ruang hidup yang sehat dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Karim menjelaskan bahwa konsep Cetak Biru-Hijau menekankan integrasi antara pembangunan infrastruktur dengan solusi berbasis alam (nature-based solutions), seperti rehabilitasi kawasan mangrove, peningkatan kualitas perairan pesisir, perlindungan ekosistem pantai, serta pengembangan ekonomi biru.

“Dengan pendekatan tersebut, pembangunan pesisir tidak hanya bertujuan mengurangi risiko bencana, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi baru bagi masyarakat,” katanya.

Konsep ekonomi biru sendiri menempatkan laut dan wilayah pesisir sebagai sumber pertumbuhan ekonomi yang dikelola secara berkelanjutan. Melalui pendekatan ini, pembangunan diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Kolaborasi Akademisi dan Pemerintah

Ketua Bidang Kajian Strategis dan Isu Nasional HA IPB University, Yayat Dinar, menilai pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara dunia akademik dan pemerintah dalam merumuskan kebijakan pembangunan berbasis ilmu pengetahuan.

Menurutnya, Jakarta membutuhkan model pembangunan yang mampu menjawab tantangan masa depan, mulai dari urbanisasi, perubahan iklim, hingga kebutuhan infrastruktur yang semakin kompleks.

Selain membahas Giant Sea Wall, audiensi juga membicarakan peluang kerja sama antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan DPP HA IPB University dalam penyelenggaraan Forum Strategis Nasional (FSN) 2026 yang akan digelar pada 20 Juli 2026 di Jakarta.

Forum tersebut dirancang sebagai ruang dialog yang mempertemukan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas isu-isu strategis pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Pramono Sambut Positif

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyambut baik masukan yang diberikan HA IPB University. Ia menilai kontribusi kalangan akademisi dan alumni perguruan tinggi sangat penting dalam memperkuat kualitas kebijakan publik.

Menurut Pramono, berbagai persoalan yang dihadapi Jakarta tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah sendiri. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor agar setiap kebijakan memiliki landasan kajian yang kuat dan dapat menjawab tantangan jangka panjang.

“Masukan dari para ahli dan akademisi menjadi bagian penting dalam memperkuat kualitas kebijakan publik. Jakarta menghadapi tantangan besar sehingga membutuhkan gagasan besar dan kerja bersama,” ujar Pramono.

Audiensi ini menunjukkan bahwa pembangunan Giant Sea Wall tidak lagi dipandang sekadar proyek infrastruktur raksasa. Lebih dari itu, proyek tersebut mulai diarahkan menjadi instrumen pembangunan pesisir yang mengintegrasikan perlindungan lingkungan, ketahanan kota, dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan melalui pendekatan ekologi dan ekonomi biru.

Iklan
Iklan Setelah Isi Artikel
Topik Terkait
#Nasional #Azzahra #BukaBeritanya #BeritaIndonesia #Pembangunan #Jakarta #Pesisir #Ekonomi
Azzahra
Ditulis Oleh

Azzahra

Penulis Perspekstif
✍ Artikel Resmi
✔ Verified Journalist

mencoba mencari dan meberikan yang terbaik..

Lihat Semua Tulisan →
Iklan
Slot Iklan Sebelum Komentar
Sponsor Lokal / Banner 728x90 / 300x250
Upload gambar ke /uploads/iklan/ lalu isi nama file di fungsi renderAdSlotBukaberitanya()
Diskusi

Komentar Pembaca

Newsletter

Jangan Ketinggalan Berita Terbaru

Dapatkan update berita, perspektif, market dan cerita warga langsung ke email Anda.

Related News

Berita Terkait

Iklan
Iklan Mobile Bawah