BOGOR – Pagi di Kampus IPB University Dramaga, Sabtu (6/6/2026), terasa berbeda. Sejak matahari belum sepenuhnya meninggi, ribuan pelari sudah memadati kawasan kampus. Mereka datang untuk mengikuti IPB Run 2026, sebuah ajang olahraga yang tahun ini membawa pesan besar: kepedulian terhadap lingkungan hidup.
Mengusung momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia, IPB Run 2026 tidak hanya menghadirkan perlombaan lari. Kegiatan ini juga dirangkai dengan berbagai aksi lingkungan, mulai dari penanaman pohon, pelepasan burung ke habitatnya, diskusi lingkungan, hingga gerakan bersih-bersih kampus.
Suasana hijau Kampus Dramaga menjadi latar yang memperkuat pesan tersebut. Pepohonan rindang, udara pagi yang segar, serta ruang terbuka hijau membuat peserta tidak sekadar berlari, tetapi juga merasakan langsung wajah kampus yang dikenal asri dan ramah lingkungan.
Ketua Umum Himpunan Alumni IPB, Fauzi Amro, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen nyata keluarga besar IPB dalam memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Menurutnya, menjaga lingkungan tidak cukup dilakukan melalui kampanye sesaat, tetapi harus menjadi budaya yang tumbuh dalam kehidupan sehari-hari.
Karena itu, selain penanaman pohon dan pelepasan burung, IPB juga mendorong gerakan bersih-bersih kampus yang melibatkan mahasiswa dan civitas akademika. Gerakan ini bahkan direncanakan menjadi agenda rutin setiap hari Jumat sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif menjaga kebersihan lingkungan.
Di sisi lain, semangat kompetisi tetap menjadi daya tarik utama. Panitia membuka sejumlah kategori lomba, mulai dari 5 kilometer, 10 kilometer, half marathon hingga marathon. Total hadiah yang disiapkan mencapai Rp310 juta, sehingga ajang ini tidak hanya diminati pelari rekreasional, tetapi juga para atlet yang memburu prestasi.
Namun, pesan terpenting dari IPB Run 2026 bukan semata siapa yang paling cepat mencapai garis finis. Lebih dari itu, kegiatan ini ingin menanamkan kesadaran bahwa setiap langkah manusia seharusnya sejalan dengan upaya menjaga bumi.
Rektor IPB University, Dr. Alim Setiawan Slamet, mengingatkan bahwa Kampus Dramaga bukan hanya milik keluarga besar IPB, tetapi juga ruang bersama yang dapat dinikmati masyarakat luas. Ia mengajak seluruh peserta menikmati suasana kampus yang hijau dan udara yang segar, sekaligus menjaga lingkungan agar tetap lestari bagi generasi mendatang.
Pesan tersebut terasa relevan di tengah berbagai tantangan lingkungan hari ini. Perubahan iklim, pencemaran, dan berkurangnya ruang hijau menjadi persoalan yang tidak bisa diabaikan. Karena itu, langkah sederhana seperti menanam pohon, menjaga kebersihan, dan membangun kesadaran bersama memiliki arti penting.
IPB Run 2026 menunjukkan bahwa olahraga dapat menjadi media efektif untuk menyampaikan pesan lingkungan. Ketika ribuan orang berkumpul dalam satu kegiatan dengan semangat yang sama, perubahan positif bukan lagi sekadar harapan, melainkan sesuatu yang bisa diwujudkan bersama.
Pada akhirnya, IPB Run 2026 bukan hanya tentang perlombaan lari. Ajang ini menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan adalah perjalanan panjang yang membutuhkan langkah-langkah kecil dari banyak orang. Dan pada Sabtu pagi di Kampus Dramaga itu, ribuan langkah telah memulainya bersama.