BukaBeritanya ← Kembali
Iklan
Iklan Atas Artikel
Opini

Haji Her: Sosok Sultan Madura dan Filantropi Tembakau

Lidia Saputri Lidia Saputri VERIFIED JOURNALIST
31 May 2026
3 min read
Haji Her: Sosok Sultan Madura dan Filantropi Tembakau
Iklan
Iklan Setelah Gambar atau Video Artikel

"Harta hanya titipan. Yang akan dikenang orang bukan berapa banyak yang kita miliki, tetapi berapa banyak yang kita berikan."
— Haji Her

PAMEKASAN — Nama Haji Her sudah lama dikenal masyarakat Madura. Di kalangan petani tembakau, ia dikenal sebagai pengusaha yang berani membeli hasil panen dengan harga tinggi. Di tengah masyarakat kecil, ia dikenal sebagai dermawan yang kerap membantu warga tanpa banyak publikasi. Sementara di dunia usaha, ia merupakan sosok yang berhasil membangun kerajaan bisnis tembakau hingga dijuluki "Sultan Madura".

Pria yang memiliki nama lengkap Khairul Umam ini merupakan CEO PT Bawang Mas Group, salah satu perusahaan yang bergerak di sektor tembakau dan industri terkait. Perjalanan bisnisnya kerap dijadikan inspirasi karena dibangun dari kerja keras, kedekatan dengan petani, serta pemahaman mendalam terhadap salah satu komoditas unggulan Pulau Madura tersebut.

Di tengah fluktuasi harga tembakau yang sering membuat petani resah, Haji Her dikenal memiliki kebijakan yang berbeda. Ia beberapa kali membeli hasil panen petani dengan harga di atas pasar. Kebijakan tersebut membuat namanya mendapat tempat tersendiri di hati para petani yang selama ini menghadapi ketidakpastian harga saat musim panen.

Namun reputasi Haji Her tidak hanya dibangun melalui aktivitas bisnis. Namanya semakin dikenal luas karena berbagai kegiatan sosial yang dilakukannya. Salah satu program yang paling menyita perhatian publik adalah pembangunan seribu rumah layak huni bagi masyarakat kurang mampu.

Program tersebut menjadi simbol kepedulian sosial yang jarang dilakukan oleh pelaku usaha dalam skala besar. Rumah-rumah tersebut dibangun tanpa syarat yang rumit, dengan tujuan membantu warga memperoleh tempat tinggal yang lebih layak dan manusiawi.

Selain pembangunan rumah, Haji Her juga dikenal rutin memberikan bantuan sosial, santunan kepada masyarakat, serta berbagai bentuk sedekah yang menyentuh langsung kebutuhan warga. Aktivitas filantropi inilah yang membuat namanya tidak hanya dikenal sebagai pengusaha, tetapi juga sebagai tokoh sosial yang memiliki pengaruh besar di Madura.

Dedikasinya terhadap masyarakat dan pelestarian budaya juga mendapatkan apresiasi dari lingkungan keraton. Ia memperoleh gelar kehormatan Kanjeng Raden Tumenggung dari Keraton Surakarta sebagai bentuk penghargaan atas kontribusinya di bidang sosial, budaya, dan kemasyarakatan.

Meski demikian, perjalanan seorang tokoh publik tidak selalu lepas dari sorotan. Nama Haji Her pernah dikaitkan dalam sejumlah isu hukum dan politik. Ia pernah diperiksa sebagai saksi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam perkara yang berkaitan dengan cukai rokok. Selain itu, ia juga sempat memberikan klarifikasi kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terkait video viral pembagian uang yang beredar di masyarakat.

Dalam berbagai kesempatan, Haji Her menegaskan komitmennya untuk mematuhi proses hukum dan memberikan penjelasan sesuai ketentuan yang berlaku. Hingga kini, aktivitas bisnis maupun kegiatan sosialnya tetap berjalan sebagaimana biasa.

Di era digital, namanya bahkan pernah dicatut oleh pihak tidak bertanggung jawab dalam modus penipuan online. Foto dan identitasnya digunakan dalam sejumlah pamflet hadiah palsu yang beredar melalui media sosial dan aplikasi pesan singkat. Masyarakat pun diimbau untuk berhati-hati terhadap berbagai bentuk penipuan yang mengatasnamakan tokoh publik.

Terlepas dari berbagai dinamika yang mengiringinya, Haji Her tetap menjadi salah satu figur paling berpengaruh di Madura. Kombinasi antara kesuksesan bisnis, kedekatan dengan petani, serta aktivitas filantropi yang konsisten membuat sosoknya menempati posisi unik dalam kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.

Bagi banyak warga Madura, Haji Her bukan sekadar pengusaha tembakau. Ia adalah simbol keberhasilan lokal yang tumbuh dari daerah sendiri dan memilih untuk mengembalikan sebagian kesuksesannya kepada masyarakat.

Iklan
Iklan Setelah Isi Artikel
Topik Terkait
#Opini #LidiaSaputri #BukaBeritanya #BeritaIndonesia #Haji #Masyarakat #Madura #Dikenal
Lidia Saputri
Ditulis Oleh

Lidia Saputri

Jurnalis Bukaberitanya.com
✍ Artikel Resmi
✔ Verified Journalist

seorang Ibu Rumah Tangga di Kampung Yang Suka Menulis

Lihat Semua Tulisan →
Iklan
Slot Iklan Sebelum Komentar
Sponsor Lokal / Banner 728x90 / 300x250
Upload gambar ke /uploads/iklan/ lalu isi nama file di fungsi renderAdSlotBukaberitanya()
Diskusi

Komentar Pembaca

Newsletter

Jangan Ketinggalan Berita Terbaru

Dapatkan update berita, perspektif, market dan cerita warga langsung ke email Anda.

Related News

Berita Terkait

Iklan
Iklan Mobile Bawah