Ada kalanya sebuah tim tidak sekadar memenangkan pertandingan, tetapi juga memenangkan zaman. Saya percaya, saat itu telah tiba bagi Spanyol.
Empat negara terbaik dunia kini berdiri di ambang sejarah. Prancis, Argentina, Inggris, dan Spanyol sama-sama datang dengan kualitas yang layak disebut calon juara. Bahkan, keempatnya merupakan penghuni empat besar peringkat FIFA. Tidak ada tim kejutan. Tidak ada cerita keberuntungan. Yang tersisa hanyalah para raksasa sepak bola dunia.
Namun di antara empat nama besar itu, perhatian saya tertuju pada satu tim: Spanyol.
Bukan karena mereka paling populer. Bukan pula karena mereka pernah menjadi juara dunia pada 2010. Keyakinan saya lahir dari apa yang mereka tunjukkan di lapangan. La Furia Roja memiliki keseimbangan yang jarang dimiliki tim lain: pemain muda yang berani, pemain senior yang matang, pelatih yang memahami identitas sepak bola Spanyol, serta permainan kolektif yang semakin lengkap.
Semifinal melawan Prancis akan menjadi ujian sesungguhnya. Tim peringkat pertama dunia itu memiliki kualitas luar biasa. Tetapi saya percaya, kualitas individu tidak selalu mengalahkan organisasi permainan. Spanyol telah membuktikan bahwa mereka mampu mengendalikan tempo, mendominasi penguasaan bola, dan tetap efektif ketika peluang datang.
Jika mampu melewati Prancis, saya meyakini Spanyol akan menghadapi Argentina di partai final setelah Albiceleste mengatasi Inggris. Final itu bukan sekadar perebutan trofi, melainkan pertemuan dua tradisi besar sepak bola dunia. Namun saya melihat satu perbedaan yang akan menentukan hasil akhirnya: Spanyol sedang berada di awal puncak kejayaan, sedangkan Argentina sedang berusaha mempertahankan kejayaan.
Sepak bola selalu menyisakan ruang untuk kejutan. Itulah sebabnya pertandingan harus dimainkan hingga peluit terakhir berbunyi. Tetapi setiap orang berhak memiliki keyakinan berdasarkan apa yang mereka lihat dan analisis.
Dan keyakinan saya sederhana.
Ini tahun Spanyol.
La Furia Roja akan menaklukkan Prancis, mengalahkan Argentina di partai final, dan mengangkat Trofi Piala Dunia FIFA 2026. Bagi saya, itulah akhir paling masuk akal dari perjalanan sebuah generasi emas yang telah dibangun dengan kesabaran, kerja keras, dan keberanian untuk terus berkembang.
Pada akhirnya, seorang juara tidak diingat karena jalannya yang mudah. Seorang juara dikenang karena berhasil menaklukkan lawan-lawan terbaik. Dan jika Spanyol mampu melewati Prancis di semifinal serta Argentina di final, dunia tidak hanya akan menyaksikan lahirnya juara baru, tetapi juga kembalinya La Furia Roja sebagai penguasa sepak bola dunia.
Panaragan Kidul, Bogor 14/07 @ahf