BukaBeritanya ← Kembali
Iklan
Iklan Atas Artikel
Opini

Daerah Menjerit, TKDD Terpangkas, Pembangunan Macet

A HERI FIRDAUS A HERI FIRDAUS VERIFIED JOURNALIST
12 May 2026
3 min read
Daerah Menjerit, TKDD Terpangkas, Pembangunan Macet
Iklan
Iklan Setelah Gambar atau Video Artikel
Di tengah harapan besar masyarakat terhadap percepatan pembangunan daerah, kabar mengenai pemangkasan Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) justru menjadi pukulan telak bagi pemerintah daerah. Ketika ruang fiskal daerah semakin sempit, maka yang paling pertama terdampak bukan hanya angka-angka dalam dokumen anggaran, tetapi nasib pembangunan, pelayanan publik, dan kesejahteraan rakyat secara nyata. TKDD selama ini menjadi tulang punggung pembiayaan daerah. Banyak kabupaten dan kota di Indonesia masih sangat bergantung pada transfer pusat karena kemampuan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang terbatas. Ketika dana transfer dipangkas, daerah tidak punya banyak pilihan selain menunda proyek, memangkas program prioritas, hingga mengurangi belanja pelayanan dasar. Akibatnya mulai terasa di mana-mana. Infrastruktur jalan tertunda, pembangunan sekolah melambat, layanan kesehatan terbatas, bantuan masyarakat berkurang, bahkan honor tenaga pendukung daerah ikut terancam. Yang paling menyedihkan, masyarakat kecil kembali menjadi pihak yang paling merasakan dampaknya. Ironisnya, di saat pemerintah pusat berbicara tentang percepatan pertumbuhan ekonomi nasional, daerah justru dipaksa melakukan “penghematan darurat”. Padahal denyut ekonomi nasional sesungguhnya bergerak dari daerah. Jika daerah melemah, maka roda ekonomi nasional pun akan tersendat. Banyak kepala daerah kini berada dalam posisi dilematis. Di satu sisi tuntutan masyarakat semakin besar, di sisi lain kemampuan anggaran semakin kecil. Program pembangunan yang sudah direncanakan matang akhirnya hanya menjadi daftar janji tanpa kepastian realisasi. Bahkan tidak sedikit daerah yang mulai kesulitan menjaga stabilitas pelayanan dasar akibat keterbatasan fiskal. Pemangkasan TKDD juga berpotensi memperlebar ketimpangan antarwilayah. Daerah maju dengan PAD besar mungkin masih mampu bertahan, tetapi daerah tertinggal dan daerah dengan kapasitas fiskal rendah akan semakin terpukul. Ini tentu bertentangan dengan semangat pemerataan pembangunan yang selama ini digaungkan. Lebih jauh lagi, kondisi ini dapat memicu turunnya kepercayaan publik terhadap pemerintah. Masyarakat tidak selalu memahami kompleksitas hubungan fiskal pusat dan daerah. Yang mereka lihat sederhana: jalan rusak tidak diperbaiki, bantuan berkurang, pembangunan mandek, dan pelayanan melambat. Pada akhirnya pemerintah daerah yang menjadi sasaran keluhan rakyat. Sudah saatnya pemerintah pusat melihat daerah bukan sekadar pelaksana administratif, melainkan mitra strategis pembangunan nasional. Daerah membutuhkan dukungan fiskal yang memadai agar mampu menjalankan fungsi pelayanan, pembangunan, dan pemberdayaan masyarakat secara optimal. Efisiensi anggaran memang penting, tetapi jangan sampai penghematan dilakukan dengan mengorbankan denyut pembangunan daerah. Sebab ketika TKDD dipangkas secara signifikan, yang menjerit bukan hanya pemerintah daerah, melainkan jutaan rakyat yang berharap pada hadirnya pembangunan dan pelayanan yang layak. Negara yang kuat bukan hanya terlihat dari megahnya pembangunan di pusat, tetapi dari hidupnya pembangunan hingga pelosok daerah. Jika daerah mulai menjerit karena kekurangan anggaran, maka sesungguhnya alarm pembangunan nasional sedang berbunyi keras.
Iklan
Iklan Setelah Isi Artikel
Topik Terkait
#Opini #AHERIFIRDAUS #BukaBeritanya #BeritaIndonesia #Daerah #Pembangunan #Masyarakat #Pemerintah
A HERI FIRDAUS
Ditulis Oleh

A HERI FIRDAUS

Pengamat Kebijakan Publik
✍ Artikel Resmi
✔ Verified Journalist

A. Heri Firdaus adalah pengamat kebijakan publik dan anggaran daerah yang aktif menyoroti isu tata kelola pemerintahan, transparansi APBD, serta pembangunan daerah. Ia juga dikenal sebagai penulis dan aktivis sosial-politik yang konsisten mendorong kebijakan publik yang berpihak kepada masyarakat.

Lihat Semua Tulisan →
Iklan
Slot Iklan Sebelum Komentar
Sponsor Lokal / Banner 728x90 / 300x250
Upload gambar ke /uploads/iklan/ lalu isi nama file di fungsi renderAdSlotBukaberitanya()
Diskusi

Komentar Pembaca

Newsletter

Jangan Ketinggalan Berita Terbaru

Dapatkan update berita, perspektif, market dan cerita warga langsung ke email Anda.

Related News

Berita Terkait

Iklan
Iklan Mobile Bawah