BukaBeritanya ← Kembali
Iklan
Iklan Atas Artikel
Citizen Journalism

LINTANG ANGON WULAN: KETIKA BINTANG KEJORA BERSEMBUNYI DI BALIK BULAN

•
16 September 2026
•
3 min read
LINTANG ANGON WULAN: KETIKA BINTANG KEJORA BERSEMBUNYI DI BALIK BULAN
Iklan
Iklan Setelah Gambar atau Video Artikel

Magelang— Malam itu saya duduk di teras rumah. Langit cukup cerah. Di arah barat, tampak Bulan sabit dengan sebuah cahaya terang di dekatnya. Bintang Kejora. Pemandangan sederhana, tetapi terasa berbeda.

Ternyata, langit pada 14 September 2026 memang sedang menyuguhkan fenomena astronomi menarik. Venus tampak sangat dekat dengan Bulan dan, di sejumlah wilayah Indonesia, bahkan sempat menghilang di balik piringan Bulan. Observatorium Bosscha mencatat fenomena tersebut dapat diamati dari sebagian Sumatra, Jawa bagian barat, dan sebagian Kalimantan Barat.

Secara astronomis, peristiwa itu memiliki penjelasan yang sangat rasional. Bulan, Bumi, dan Venus sedang berada dalam konfigurasi tertentu sehingga dari posisi pengamat di Bumi, Venus tampak tertutup oleh Bulan.

Tetapi langit sering kali memberi manusia lebih dari sekadar penjelasan ilmiah.

Dalam tradisi Jawa, alam tidak hanya dipandang dengan mata, tetapi juga direnungkan dengan rasa. Bintang, bulan, matahari dan perubahan langit kerap menjadi perlambang untuk memahami kehidupan.

Saya teringat sebuah ungkapan: Lintang Angon Wulan.

Bintang mengiringi bulan.

Malam itu seperti memperlihatkan sebuah metafora sederhana: bintang tetap bercahaya, tetapi cahayanya bisa tertutup.

Bukankah demikian pula dengan manusia?

Terutama seorang pemimpin.

Dalam pandangan Jawa, pamor bukan sekadar popularitas. Pamor adalah wibawa yang tumbuh dari kepercayaan, keteladanan dan konsistensi.

Jabatan bisa diberikan. Pamor harus dibangun.

Jabatan memberikan kewenangan. Pamor melahirkan pengaruh.

Karena itu, kehilangan pamor tidak selalu berarti kehilangan jabatan. Seseorang bisa tetap duduk di kursinya, tetap memiliki kewenangan, tetapi perlahan orang-orang mulai melihat ke arah lain.

Perintah masih terdengar, tetapi tidak lagi menjadi arah.

Nama masih disebut, tetapi tidak lagi menjadi pusat perhatian.

Yang berubah bukan kursinya, melainkan arah pandangan manusia.

Seperti Venus malam itu.

Ia tidak padam. Ia tidak kehilangan cahayanya. Ia hanya berada di balik Bulan, sehingga untuk sesaat tidak terlihat.

Di situlah Lintang Angon Wulan terasa menemukan maknanya.

Tidak semua cahaya yang tertutup telah padam. Tetapi cahaya yang pernah menjadi pusat pandangan pun tidak selamanya demikian.

Pamor bisa tumbuh. Pamor bisa meredup. Bahkan pamor bisa berpindah.

Sebab kekuasaan mungkin membuat seseorang berada di tempat yang tinggi, tetapi hanya kepercayaan yang membuat orang lain tetap memandang kepadanya.

Malam semakin larut. Bulan terus bergerak. Venus akhirnya kembali terlihat.

Bintang itu ternyata tidak pernah pergi.

Ia hanya sempat bersembunyi.

Dan mungkin, kehidupan manusia juga demikian.

Ada masa ketika kita menjadi cahaya bagi orang lain. Ada masa ketika cahaya kita tertutup oleh sesuatu yang lebih dekat, lebih besar, atau lebih dipercaya.

Maka pertanyaan terpenting bukanlah berapa lama seseorang mampu mempertahankan jabatan, melainkan:

ketika cahaya jabatan tertutup, apakah masih ada cahaya dari dalam dirinya yang membuat orang lain tetap percaya?

Karena pada akhirnya, jabatan menentukan di mana seseorang berdiri. Pamor menentukan apakah orang lain masih memilih untuk melihat kepadanya.

Iklan
Iklan Setelah Isi Artikel
Topik Terkait
#CitizenJournalism #MahmudMahmudin #BukaBeritanya #BeritaIndonesia #Bulan #Tidak #Tetapi #Pamor
Mahmud Mahmudin
Ditulis Oleh

Mahmud Mahmudin

Jurnalis Warga
✍ Artikel Resmi
📰 Citizen Journalism

Jurnalis Senior

Lihat Semua Tulisan →
Iklan
Slot Iklan Sebelum Komentar
Sponsor Lokal / Banner 728x90 / 300x250
Upload gambar ke /uploads/iklan/ lalu isi nama file di fungsi renderAdSlotBukaberitanya()
Diskusi

Komentar Pembaca

Newsletter

Jangan Ketinggalan Berita Terbaru

Dapatkan update berita, perspektif, market dan cerita warga langsung ke email Anda.

Related News

Berita Terkait

Iklan
Iklan Mobile Bawah