CIREBON – Ratusan pengasuh pesantren dari berbagai daerah di Jawa Barat memadati Joglo Agung Pesantren VIP Bina Insan Mulia 2 Cirebon, Sabtu (6/6/2026). Mereka hadir dalam kegiatan Workshop Pengasuh Pesantren yang digagas Imam Jazuli Foundation.
Kegiatan tersebut mendapat perhatian khusus karena dibuka langsung oleh Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya.
Kehadiran Gus Yahya menjadi sinyal kuat bahwa transformasi dan penguatan pesantren kini menjadi agenda strategis dalam menghadapi perubahan zaman yang semakin cepat.
Dalam suasana penuh khidmat, para kiai, pengasuh pesantren, dan tokoh Nahdlatul Ulama dari berbagai daerah mengikuti pembukaan workshop yang mengangkat tema penguatan kapasitas pesantren di era disrupsi teknologi dan perubahan sosial.
Peserta workshop berasal dari sejumlah daerah di Jawa Barat, antara lain Sumedang, Bogor, Bekasi, Purwakarta, Depok, Subang, Karawang, hingga Pangandaran.
Pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia, KH Imam Jazuli, menjelaskan bahwa forum ini tidak sekadar menjadi ruang diskusi. Lebih dari itu, workshop ini menjadi wadah berbagi pengalaman nyata tentang bagaimana pesantren dapat tumbuh, meningkatkan kualitas pendidikan, serta memperluas kontribusi bagi masyarakat.
Menurutnya, pesantren harus mulai mempersiapkan diri menghadapi perubahan besar yang dipicu oleh perkembangan teknologi, kecerdasan buatan, dan transformasi dunia kerja.
“Pesantren harus tetap menjadi penjaga nilai-nilai keislaman sekaligus mampu melahirkan generasi yang siap memimpin di berbagai bidang kehidupan,” ujarnya.
Workshop ini menghadirkan berbagai materi strategis, mulai dari peningkatan mutu pendidikan, penguatan manajemen pesantren, pemanfaatan teknologi digital, strategi branding lembaga, hingga pengembangan jaringan pendidikan nasional dan internasional.
Banyak peserta menilai kehadiran Ketua Umum PBNU memberikan motivasi tersendiri bagi kalangan pesantren untuk terus berbenah dan memperkuat perannya dalam pembangunan bangsa.
Di tengah tantangan global yang semakin kompleks, pesantren dinilai memiliki modal sosial yang kuat untuk menjadi pusat pembentukan karakter, pengembangan ilmu pengetahuan, sekaligus pencetak pemimpin masa depan Indonesia.
Melalui workshop ini, para pengasuh pesantren diharapkan tidak hanya memperoleh wawasan baru, tetapi juga membangun jejaring kolaborasi yang mampu mempercepat kemajuan pesantren di berbagai daerah.
Kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa pesantren tidak sedang berjalan di tempat. Sebaliknya, pesantren terus bergerak melakukan transformasi agar tetap relevan, dipercaya masyarakat, dan mampu menjadi salah satu pilar penting dalam menyiapkan generasi Indonesia menuju masa depan.
Dengan penguatan kapasitas kelembagaan, peningkatan kualitas pendidikan, serta keberanian beradaptasi dengan perkembangan teknologi, pesantren diharapkan mampu tampil sebagai pusat peradaban baru yang melahirkan generasi berilmu, berakhlak, dan memiliki kepemimpinan kebangsaan.
Workshop Pengasuh Pesantren di Cirebon ini sekaligus menegaskan bahwa masa depan pesantren tidak hanya ditentukan oleh kemampuannya menjaga tradisi, tetapi juga oleh keberaniannya membaca zaman, membangun inovasi, dan memperluas manfaat bagi umat serta bangsa.