JAKARTA, BUKABERITANYA.COM — Presiden Prabowo Subianto melantik tujuh pejabat baru dalam reshuffle atau perombakan Kabinet Merah Putih pada Kamis (15/10/2026). Sejumlah posisi strategis di bidang pertahanan, pertanian, penanggulangan bencana, serta pengelolaan gambut dan mangrove mengalami perubahan.
Pelantikan ini menjadi bagian dari reshuffle kedelapan kabinet pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Mengutip pemberitaan Kompas.com, tujuh pejabat yang dilantik menempati posisi wakil menteri dan pimpinan lembaga pemerintah. Dua di antaranya mengisi posisi Wakil Menteri Pertahanan dengan pembagian tugas yang berbeda.
Daftar Tujuh Pejabat yang Dilantik
Berikut daftar pejabat beserta jabatan baru mereka:
- Marsekal TNI Yusuf Jauhari, sebagai Wakil Menteri Pertahanan Bidang Logistik, Industri Pertahanan, dan Teknologi.
- Jenderal TNI Richard Tampubolon, sebagai Wakil Menteri Pertahanan Bidang Strategi, Doktrin, dan Pembangunan Kekuatan.
- Dr. Alim Setiawan Slamet, sebagai Wakil Menteri Pertanian.
- M. Maulana Bungaran, S.H., M.H., sebagai Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.
- Letnan Jenderal TNI Kristomei Sianturi, sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
- Prof. Dr. Satyawan Pudyatmoko, sebagai Kepala Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN).
- Mayor Jenderal TNI Sriyanto, sebagai Wakil Kepala Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN).
Dua Wakil Menteri Pertahanan dengan Bidang Berbeda
Salah satu hal yang menonjol dalam reshuffle kali ini adalah penempatan dua Wakil Menteri Pertahanan dengan pembagian bidang tugas yang spesifik.
Marsekal TNI Yusuf Jauhari mengemban bidang logistik, industri pertahanan, dan teknologi. Sementara itu, Jenderal TNI Richard Tampubolon menangani bidang strategi, doktrin, dan pembangunan kekuatan.
Pembagian tersebut mencakup aspek dukungan logistik dan pengembangan teknologi pertahanan, sekaligus perumusan strategi dan pembangunan kapasitas pertahanan negara.
Secara kelembagaan, efektivitas pembagian tugas tersebut akan bergantung pada koordinasi antara menteri, kedua wakil menteri, dan unsur terkait dalam organisasi pertahanan.
Penguatan Sektor Pertanian dan Penanggulangan Bencana
Di sektor pertanian, Alim Setiawan Slamet dilantik sebagai Wakil Menteri Pertanian. Pengisian posisi ini berlangsung ketika isu ketahanan pangan dan penguatan produksi pertanian menjadi bagian penting dari agenda pemerintahan.
Sementara itu, Kristomei Sianturi dipercaya memimpin BNPB. Lembaga ini memiliki peran penting dalam koordinasi penanggulangan bencana, mulai dari mitigasi dan kesiapsiagaan hingga penanganan darurat serta pemulihan pascabencana.
Tantangan bagi kepemimpinan baru BNPB adalah memastikan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan berbagai unsur penanggulangan bencana berjalan efektif.
Pengelolaan Gambut dan Mangrove Mendapat Susunan Pimpinan Baru
Perubahan lainnya terjadi pada Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional. Prof. Dr. Satyawan Pudyatmoko dilantik sebagai kepala badan, didampingi Mayor Jenderal TNI Sriyanto sebagai wakil kepala.
Pengelolaan ekosistem gambut dan mangrove memiliki keterkaitan dengan perlindungan lingkungan, pengurangan risiko kebakaran lahan, pelestarian kawasan pesisir, serta upaya menjaga keberlanjutan sumber daya alam.
Susunan pimpinan baru tersebut akan menghadapi tantangan dalam memastikan koordinasi program, pelaksanaan kebijakan, dan pencapaian target pengelolaan lingkungan.
Apa Arti Reshuffle Kali Ini?
Dari sisi komposisi jabatan, reshuffle kali ini mencakup beberapa bidang pemerintahan sekaligus, mulai dari pertahanan dan pertanian hingga penanggulangan bencana serta lingkungan.
Namun, perubahan susunan pejabat saja belum cukup untuk menilai keberhasilan perombakan kabinet. Ukuran yang lebih konkret adalah pelaksanaan program, koordinasi antarlembaga, transparansi pengelolaan anggaran, dan hasil kerja yang dapat dirasakan masyarakat.
Publik selanjutnya dapat mencermati bagaimana masing-masing pejabat menerjemahkan mandat barunya menjadi kebijakan dan program yang terukur.
Pelantikan tujuh pejabat pada 15 Oktober 2026 ini menambah dinamika penyusunan Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Prabowo-Gibran. Kinerja para pejabat baru akan menjadi bagian penting dalam menilai dampak perubahan tersebut terhadap penyelenggaraan pemerintahan.