BukaBeritanya ← Kembali
Iklan
Iklan Atas Artikel
Ekonomi

Cak Imin: UMKM Harus Jadi Pelaku Utama, Bukan Penonton Pertumbuhan Ekonomi

Azzahra Azzahra VERIFIED JOURNALIST
10 June 2026
4 min read
Cak Imin: UMKM Harus Jadi Pelaku Utama, Bukan Penonton Pertumbuhan Ekonomi
Iklan
Iklan Setelah Gambar atau Video Artikel

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, menegaskan bahwa pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah atau UMKM harus ditempatkan sebagai aktor utama dalam pembangunan ekonomi nasional. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi tidak boleh hanya berhenti sebagai angka statistik, tetapi harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh pelaku usaha kecil di seluruh Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan Muhaimin saat menghadiri kegiatan Bursa Wirausaha Unggulan: Wirausaha Kuat, UMKM Hebat, Ekonomi Indonesia Berdaulat di SMESCO Indonesia, Jakarta, Rabu (10/6/2026).

Muhaimin menilai, UMKM selama ini menjadi tulang punggung ekonomi rakyat. Karena itu, setiap kebijakan ekonomi pemerintah harus memastikan pelaku usaha kecil tidak hanya menjadi penonton ketika ekonomi tumbuh, melainkan ikut menjadi pelaku, penggerak, sekaligus penerima manfaat utama dari pertumbuhan tersebut.

“UMKM harus menjadi pelaku utama, bukan sekadar penonton pertumbuhan ekonomi,” demikian pesan utama yang ditegaskan Muhaimin dalam forum tersebut.

Pertumbuhan Ekonomi Harus Berpihak pada Rakyat Kecil

Muhaimin menekankan, keberpihakan kepada UMKM tidak cukup hanya disampaikan dalam pidato atau slogan. Keberpihakan itu harus diwujudkan melalui regulasi yang mendukung, ekosistem usaha yang sehat, akses pembiayaan yang lebih mudah, pendampingan berkelanjutan, serta perluasan akses pasar bagi produk-produk UMKM.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang berkualitas adalah pertumbuhan yang mampu mengangkat kesejahteraan masyarakat bawah. Jika ekonomi nasional tumbuh, maka pelaku usaha kecil, pedagang, pengrajin, petani, nelayan, dan wirausaha muda juga harus ikut merasakan dampaknya.

Dalam konteks itu, pemerintah dinilai perlu terus memperkuat kebijakan yang memberi ruang bagi UMKM untuk naik kelas. Salah satunya melalui kebijakan mempertahankan tarif Pajak Penghasilan Final UMKM sebesar 0,5 persen bagi pelaku usaha yang memenuhi kriteria.

Kebijakan tersebut dipandang penting karena memberikan ruang bernapas bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha, memperkuat modal kerja, memperluas jaringan pasar, dan menciptakan lapangan kerja baru.

UMKM sebagai Pilar Ekonomi Nasional

Pernyataan Muhaimin sejalan dengan posisi strategis UMKM dalam struktur ekonomi Indonesia. Selama ini, UMKM menjadi sektor yang paling dekat dengan kehidupan masyarakat, menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, serta terbukti memiliki daya tahan dalam menghadapi berbagai tekanan ekonomi.

Kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Bruto nasional mencapai sekitar 60 persen. Angka tersebut menunjukkan bahwa UMKM bukan sektor pinggiran, melainkan fondasi utama ekonomi nasional.

Karena itu, paradigma pembangunan ekonomi ke depan tidak boleh hanya bertumpu pada pertumbuhan usaha besar. Pemerintah harus memastikan adanya hubungan yang adil antara usaha besar, usaha menengah, dan usaha kecil, sehingga rantai pertumbuhan ekonomi dapat menyebar lebih luas hingga ke tingkat masyarakat.

Membangun Ekosistem Ekonomi yang Berkeadilan

Muhaimin juga menegaskan pentingnya membangun ekosistem ekonomi yang berkeadilan. Dalam ekosistem tersebut, usaha besar dan usaha kecil harus dapat tumbuh bersama, bukan saling menekan.

Program hilirisasi sumber daya alam, penguatan sektor produksi, perluasan akses pembiayaan, digitalisasi UMKM, dan pembukaan akses pasar harus diarahkan agar manfaat ekonomi tidak hanya terkonsentrasi pada kelompok tertentu.

Dengan semakin kuatnya UMKM, daya tahan ekonomi nasional diyakini akan semakin kokoh. UMKM yang berkembang tidak hanya menciptakan pendapatan bagi pemilik usaha, tetapi juga membuka lapangan kerja, menggerakkan ekonomi lokal, dan memperkuat kemandirian masyarakat.

Peluang Besar bagi Wirausaha Muda

Dalam kesempatan tersebut, Muhaimin juga mengajak generasi muda untuk melihat kewirausahaan sebagai jalan pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, semakin banyak wirausaha baru yang lahir, semakin besar pula peluang terciptanya lapangan kerja dan meningkatnya kesejahteraan rakyat.

Pemerintah sendiri terus mendorong penguatan UMKM dan ekonomi kreatif melalui berbagai instrumen, antara lain Kredit Usaha Rakyat, pendampingan usaha, pelatihan kewirausahaan, digitalisasi pemasaran, serta perluasan akses pasar.

Langkah tersebut diharapkan dapat melahirkan lebih banyak wirausaha unggulan yang tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga tumbuh, bersaing, dan menjadi bagian penting dari ekonomi nasional.

Pertumbuhan Harus Dirasakan, Bukan Sekadar Diumumkan

Pernyataan Muhaimin membawa pesan penting bahwa keberhasilan ekonomi tidak cukup diukur dari angka pertumbuhan semata. Pertumbuhan ekonomi baru memiliki makna apabila mampu memperbaiki kehidupan masyarakat, terutama pelaku usaha kecil yang jumlahnya mencapai puluhan juta orang di seluruh Indonesia.

Dengan kata lain, UMKM tidak boleh hanya menjadi penonton ketika ekonomi tumbuh. Mereka harus menjadi pemain utama, menikmati hasil pembangunan, sekaligus menjadi penggerak lahirnya ekonomi Indonesia yang lebih inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan.

Di tengah tantangan ekonomi global yang masih berlangsung, penguatan UMKM menjadi salah satu kunci penting bagi Indonesia untuk menjaga ketahanan ekonomi nasional. Sebab, ketika UMKM kuat, ekonomi rakyat bergerak. Dan ketika ekonomi rakyat bergerak, kedaulatan ekonomi Indonesia akan semakin kokoh.

Iklan
Iklan Setelah Isi Artikel
Topik Terkait
#Ekonomi #Azzahra #BukaBeritanya #BeritaIndonesia #Ekonomi #Umkm #Usaha #Harus
Azzahra
Ditulis Oleh

Azzahra

Penulis Perspekstif
✍ Artikel Resmi
✔ Verified Journalist

mencoba mencari dan meberikan yang terbaik..

Lihat Semua Tulisan →
Iklan
Slot Iklan Sebelum Komentar
Sponsor Lokal / Banner 728x90 / 300x250
Upload gambar ke /uploads/iklan/ lalu isi nama file di fungsi renderAdSlotBukaberitanya()
Diskusi

Komentar Pembaca

Newsletter

Jangan Ketinggalan Berita Terbaru

Dapatkan update berita, perspektif, market dan cerita warga langsung ke email Anda.

Related News

Berita Terkait

Iklan
Iklan Mobile Bawah